Ibu-Ibu Srikandi: Kampung yang Menyiapkan Diri Sebelum Bencana Datang
Garda Lestariยทยท2 menit baca
Setengah jam dari kota lewat jalan menanjak, pertolongan tidak datang cepat. Kelompok Srikandi Kampung Aren dilatih P3K, tandu, HT, dan mendirikan tenda darurat โ dengan barangnya benar-benar dipegang.
Kampung Aren Simacan berada di lereng, di ketinggian 800โ900 meter, sekitar setengah jam dari pusat kota Banyuwangi lewat jalan yang menanjak dan menyempit. Jarak itu menyenangkan buat wisatawan. Ia jadi masalah ketika terjadi sesuatu yang butuh pertolongan cepat.
Karena itu kampung ini tidak menunggu. Yang dilatih lebih dulu bukan tim khusus dari luar, melainkan ibu-ibu kampung sendiri โ kelompok yang menamai diri Srikandi Kampung Aren.
Pelatihan P3K di balai. Di meja: tas P3K, tabung oksigen portabel, dan HT. Di depan, rambu jalur evakuasi yang akan dipasang.
Bukan penyuluhan, tapi latihan memakai barang
Yang membedakan pelatihan ini dari sosialisasi biasa adalah barangnya ada dan dipegang. Di atas meja balai tergelar tas P3K, tabung oksigen portabel, dan HT. Di lantai depan, satu tandu lipat dibuka. Dan di sisi meja, setumpuk rambu hijau bertuliskan JALUR EVAKUASI dan TITIK KUMPUL โ perlengkapan yang kemudian dipasang di kampung, bukan disimpan di gudang.
Materinya lalu dipraktikkan: cara memakai isi tas P3K, dan cara memindahkan orang dengan tandu. Dua keterampilan yang terdengar sederhana sampai kamu harus melakukannya pada orang sungguhan, di jalan kampung yang miring, dalam gelap.
Perlengkapan tanggap darurat kampung: HT, tas P3K, alat pemadam api, dan tandu lipat.
Mendirikan tenda sebelum benar-benar dibutuhkan
Latihan kedua adalah mendirikan tenda untuk hunian darurat. Bukan tenda yang sudah berdiri lalu difoto, tapi prosesnya: membentangkan, memasang frame, menegakkan, memasak pasak. Dilakukan sendiri, sampai berdiri.
Simulasi mendirikan tenda darurat, dikerjakan sendiri dari awal.
Kenapa ibu-ibu? Karena pada jam kerja, mereka yang ada di kampung. Suami dan anak-anak muda banyak yang di kebun, di kandang, atau di kota. Kalau ada kejadian di siang hari, yang pertama harus mengambil keputusan adalah orang yang sedang berada di tempat. Melatih kelompok yang paling sering hadir bukan pilihan simbolis โ itu pilihan yang paling masuk akal.
Selesai. Dua tenda berdiri, sepuluh orang tahu caranya.
Kesiapan sebagai bagian dari kampung wisata
Ada sisi lain yang jarang dibicarakan. Kampung ini menerima tamu โ termasuk anak sekolah, keluarga dengan anak kecil, dan lansia โ dan menyediakan area kemah untuk yang menginap. Menerima orang berarti menerima tanggung jawab atas keselamatan mereka selama berada di sini.
Tas P3K dan tabung oksigen portabel tersedia di lokasi, bukan hanya di kota.
Tandu lipat untuk memindahkan orang di jalan kampung yang tidak bisa dilalui mobil.
HT sebagai jalur komunikasi ketika sinyal seluler tidak bisa diandalkan.
Rambu jalur evakuasi dan titik kumpul terpasang di kampung.
Tenda hunian darurat, dengan orang yang sudah pernah mendirikannya.
Sekelompok warga yang sudah memegang barangnya, bukan cuma pernah mendengar penjelasannya.
โKesiapan itu bukan alat yang tersimpan rapi, tapi orang yang tahu harus mengambil apa dan ke mana.โ
Sebuah kafe berdinding anyaman bambu di batas kampung dan hutan, menjual kopi robusta dan gula aren dari kebun di sekitarnya sendiri โ dan lebih sering diisi warga daripada tamu.
Cara paling gampang menambah pendapatan dari kopi adalah memperluas lahan โ dan di kampung yang berbatasan dengan hutan, itu berarti merambah. Simacan memilih jalan yang lebih sulit: memperbaiki penanganan pasca panen.